Tips Mengatur Jadwal Bercinta Saat Ramadan

Category : Intertainment, Life Style views 1859 Kali diLihat
Bandar Capsa Berakhir 17 Agustus 2017

BANYAK pertanyaan acap muncul, bolehkah melakukan hubungan suami-istri di bulan Ramadhan? Pertanyaan ini muncul mengingat Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam yang umumnya dijadikan sebagai sarana untuk beribadat, mendekatkan diri pada Allah SWT.

Advertisement

Menilik pertanyaan tersebut, Allah SWT berfirman : “Uhilla lakum lailatashiyaamirrofatsu ilaa nisaaikum.Hunna libaasullakum wa antum libaasullahunna.”Dihalalkan bagi kamu bercampur dengan wanita istrimu pada malam shiyam.Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereke para wanita istri.”

Menelaah dari arti atau tafsir dari ayat tersebut kita dapatkan pemahaman bahwa dibolehkan atau dihalalkan bagi orang yang berpuasa baik laki-laki maupun perempuan untuk bercampur, berhubungan seks, berhubungan kelamin atau sejenisnya dengan pasangan suami atau istri masing-masing, selagi hal itu dilakukan pada malam Bulan suci Ramadhan.

Jadi, ketika hubungan itu terjadi di malam hari maka hukumnya halal dan boleh. Hanya saja, dalam berhubungan intim, Anda mesti pintar-pintar mengatur waktu.

Seperti diketahui hubungan intim ini merupakan ekpresi cinta antara suami istri, jika ada waktu sebaiknya kegiatan yang membawa kenikmatan ini jangan dihentikan. Kepuasan ini bisa dilakukan selepas ibadah. Setelah sholat tarawih, atau bisa juga selesai tadarus, contohnya.

Tak hanya ini, jika sangat terpaksa, hubungan ini bisa juga dilakukan menjelang sahur. Selanjutnya, pasangan suami istri tadi harus melakukan mandi junub bersama. Misalnya berikan kasih sayang dengan kekasihnya dengan mandi air hangat. Setelah itu Anda dan pasangan bisa mempersiapkan hidangan sahur.

Mengingat saat berpuasa kondisi fisik agak melemah terutama bagi pasangan yang beraktivitas di luar rumah alias bekerja, sebaiknya aktivitas seks tak terlampau sering dan lama. Jadwalkan dengan baik dan gunakan waktu yang singkat. Yang penting kualitasnya.

Perlu diketahui pembatasan seks di bulan puasa hanya di siang hari. Setelah berbuka seks bisa dilakukan. Tapi ingat jangan sekali-kali melakukan seks ketika baru saja berbuka puasa dan baru saja perut di isi. Makanan pun masih penuh di dalam lambung. Sebaiknya Anda harus sabar sedikit, menunggu satu hingga dua jam berikutnya selepas makan tersebut. Kenapa demikian? agar seks yang dilakukan lebih nyaman.

Ada beberapa pasangan yang malas berhubungan seks di bulan suci ini karena kepepet waktu, belum lagi harus mandi wajib, mensucikan diri. Mengenai yang satu ini jangan diambil pusing. Kenapa? Menurut mayoritas ulama, bagi mereka yang melakukan hubungan seks di malam hari, tidak harus mandi sebelum terbitnya fajar. Mereka hanya wajib mandi sebelum terbitnya matahari, paling tidak dalam batas waktu yang memungkinkan ia shalat subuh dalam keadaan suci pada waktunya.

Dengan kata lain, Anda tak perlu buru-buru melakukan ‘mandi besar’. Jika Anda berhubungan seks pukul dua belas malam, maka bisa saja Anda membersihkan diri pukul lima, atau jam berapapun sebelum Anda melakukan shalat subuh.

Advertisement

Related Posts